Bagaimana Menjadi Contoh dan Memberi Contoh
Satu hal yang membuat aku menjadi terus bersemangat untuk pergi mengajar ke sekolah adalah dengan melihat siswa-siswi yang ceria. Bisa melihat siswa pagi-pagi dengan senyuman yang lugu dan polos adalah kebahagiaan tersendiri. Entahlah, mungkin inilah cara Tuhan membuat aku terus bisa menikmati kegiatan mengajar di sekolah. Saat aku datang ke sekolah para siswa menyambutku dengan senyuman sambil menyalami dan mencium punggung tangan. Ketika keluar kelas, saat pulang apalagi, mereka tidak pernah bosan menyapa dan menyalamiku. Betapa indahnya kebersamaan itu. Aku pun akhirnya benar-benar menjadi sadar bahwa mendidik itu harus dengan senyuman. Ya, senyuman. Cuma itu. Begitu masuk kelas aku coba dengan senyuman, terasa sentuhan hangat itu. Dan mereka mulai merasa nyaman, dan belajar pun jadi nyaman. Beda ketika aku datang wajah bengis membuat mereka menjadi sinis, pelajaran pun tak bisa habis. Aku pun mulai menyadari bahwa menjadi contoh itu jauh lebih sulit ketimbang memberi cont...